|
manchester gay village
Friday, August 14, 2009
 Kembali
Tahun ini Ramai yang telah pergi ramai yang kembali ramai yang mati ramai yang menemui Illahi..
Kembali menghadap pencipta, Kembali kepada yang Esa Kembali ke alam yang dijanjikan yang pasti buat setiap insan.
Aku, hanya mampu menadah tangan, memohon kempunan, agar pergi dengan aman, matiku dalam IMAN...
-Azuna-
Posted at 05:49 pm by azuna
Permalink
Tuesday, August 11, 2009

Puisi terakhir Rendra Aku lemas Tapi berdaya Aku tidak sambat rasa sakit atau gatal Aku pengin makan tajin Aku tidak pernah sesak nafas Tapi tubuhku tidak memuaskan untuk punya posisi yang ideal dan wajar Aku pengin membersihkan tubuhku dari racun kimiawi Aku ingin kembali pada jalan alam Aku ingin meningkatkan pengabdian kepada Allah
Tuhan, aku cinta padamu
W.S Rendra
(Puisi terakhir Rendra sebelum menemui pencipta)
Posted at 11:25 am by azuna
Permalink
Sunday, December 14, 2008
Ku jejaki kaki di bumi Malaysia
Ku jejaki kaki di bumi Malaysia
Ku jejaki kaki ini, ke bumi yang di cintai, di saat itu, ingin ku gengam tanah di bumi, ingin ku peluk pohon hijau di sisi, ingin ku jerit tika pesawat mencecah bumi,
Tapi air mata mengalir berderai, tatkala tiada wajah yang ku rindu menanti, rumah usang tinggal kenangan, memori indah hanya dalam ingatan.
-Azuna-
Posted at 12:52 pm by azuna
Permalink
Friday, November 21, 2008
 Aku Akan Pulang
Akukan pulang, setelah lama hari ku bilang, sudah letih di negara orang, setelah rindu bukan kepalang.
Akukan pulang, namun tiada ibu untuk dipegang, tiada ayah untuk disayang, hanya saudara mara yang sudi, menyambutku kembali.
Camar akhirnya pulang, setelah sekian lama menunggu, untuk kembali ke sarang...-Azuna-
Posted at 11:16 pm by azuna
Permalink
Saturday, November 01, 2008
Musim Berganti Musim silih berganti, bertukar bagai mimpi, pergi bagai ilusi, mencari realiti. Musim panas membakar, angin kering berputar.
Musim luruh tiba, dedaun kering jatuh ke riba. Musim dingin membeku, aku menjadi kaku. Musim bunga menyeri, mewarna hidup ini. Musim silih berganti, aku sedia menanti. -Azuna-
Posted at 10:17 pm by azuna
Permalink
Wednesday, October 08, 2008
 Aidilfitri di Rantau
Apabila beraya di rantau...
Tiada takbir raya berkumandang, tiada lagu raya di dendang, tiada ketupat rendang di hidang, tiada tangan ibu untuk dipegang, tiada duit raya disumbang, tiada orang yang bakar lemang, tiada bunyi mercun dum dum dam, tiada pelita untuk dipasang, tiada bunga api berkelipan, Semuanya tiada... hanya sepi.. sunyi.. dan air mata berlinang.
-Azuna-
Posted at 09:49 pm by azuna
Permalink
Monday, September 15, 2008
 Tekun Sang Labah-labah
Sang labah-labah, memanjat pohon jati, menganyam sarang di dahan tinggi, menungggu mangsa merapati, untuk santapan pada hari ini.
Sang labah-labah, bergayut lari, bila hujan turun membasahi, sarangnya musnah, labah-labah gundah.
namun, labah-labah tidak patah hati, setelah hujan berhenti, menganyam dengan tekun lagi, sarangnya terbina kembali.
Tekunnya Sang Labah-labah, memberi semangat kepadaku yang lemah, agar lebih berusaha dengan tabah, walau dugaan datang bertingkah.
-Azuna-
Posted at 06:42 am by azuna
Permalink
Thursday, August 28, 2008
Ramadhan Datang Lagi Anak bulan mengintai di balik awan, tanda bermulanya Ramadhan, bulan keberkatan, bulan ketakwaan, bulan untuk berpuasa sebulan. Ramadhan datang lagi, mencari rahmat Illahi, banyakkan muhasabah diri, moga amalan diberkati. Ramadhan menguji iman, Ramadhan memohon keampunan, banyakkan amalan, solat tarawikh jangan dilupakan. Ramadhan datang lagi, rebutlah peluang yang dijanji, sama-samalah menghayati, bulan yang dinanti ini. -Azuna-
Posted at 05:05 pm by azuna
Permalink
Thursday, August 14, 2008
Ombak Deruan ombak berlagu merdu, menghempas syahdu, memukul pantai rindu, Ombak, riak lembutmu dinanti, membersih pantai hati, menyuci jiwa rohani. Ombak datang lagi, menghempas kembali, bergulung menggunung, tidak bisa ditanggung. Hadirmu ombak, bisa memutus tangkai hati, bisa merobek jiwa nurani. -Azuna-
Posted at 11:28 pm by azuna
Permalink
Thursday, August 07, 2008
Jangan Bunuh Rama-rama Jangan bunuh rama-rama itu, biarkan ia terbang jauh, merentas lautan maya, mencari pelbagai bunga, memenuhi mimpi, penuh ilusi. Sang rama-rama itu, hinggap di pohon berduri, mencari rezeki, di celah-celah kuntuman bunga, menghirup madu semanis gula, dari bunga mekar mewarna. Tapi awas si rama-rama, haruman bunga tidak kekal lama, pohon berduri boleh melukai, diri, hati dan nurani. -Azuna-
Posted at 11:13 pm by azuna
Permalink
|
|